Jakarta – Duka setelah meninggalnya Arswendo Atmowiloto juga dirasakan oleh para sahabat. Salah satu rekan Arswendo, Rudolf Puspa juga turut merasa kehilangan.

Salah satu kenangan yang paling diingat oleh Rudolf Puspa adalah cara Arswendo memandang politik di Indonesia.

“Guyon sinisnya tentang suasana perpolitikan di negeri ini yang lucu-lucu nyelekit,” tulis Rudlof Puspa kepada detikHOT, Jumat (19/7/2019).

Pria yang juga merupakan seniman teater Indonesia dan Sutradara dari komunitas Teater Keliling itu, juga berbagi momen saat menjadi juri di IDEAL-Dramakala Fest di London School of Public Relations (LSPR) pada tahun lalu.

Dalam foto tersebut Arswendo terlihat cukup bugar. Masih ada senyum yang diperlihatkan oleh Arswendo.

Guyon Politik Lucu Nyelekit Kenangan Arswendo Atmowiloto Foto: dok. Rudolf Puspa

Arswendo mengawali kariernya sebagai wartawan. Dikenal sebagai novelis, sutradara teater, aktor, dan juga penulis bagi novel ‘Keluarga Cemara’, ‘1 Kakak 7 Ponakan’ (sinetron), novel ‘Dua Ibu’ (1981), novel ‘Senopati Pamungkas’ (1987), dan lain-lain.

Kini, sang budayawan telah tiada. Rudolf Puspa menuliskan Arswendo meninggal dunia di kediamannya hari ini sekitar pukul 17.30 WIB.

Hingga kini, Arswendo masih disemayamkan di rumah duka di Kompleks Kompas, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan. Jenazah bakal dimakamkan siang ini di Kompleks Pemakaman San Diego Hills.

Simak Video “Sosok Arswendo Atmowiloto di Mata Sang Anak”
[Gambas:Video 20detik]
(pus/dar)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *