Banyumas – Deni Prianto melakukan pembunuhan terhadap KW (51) warga Bandung di puncak, Bogor Jawa Barat. Usai membunuh korban, kemudian Deni membawa mobil itu menuju Banyumas.

Mobil Toyota Rush berpelat nomor D 1059 VBO warna silver itu, sempat dibawa pulang ke rumah ibunya Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Di rumah itu ibunya sekarang tinggal sendiri. Waktu itu Deni sedang liburan beberapa hari bersama istri dan anaknya.

“Selasa pagi saya melihat dia pulang ke rumah ibunya di Desa Gumelem Wetan membawa mobil. Saat itu saya mau pergi ke sawah. Tetapi setelah itu tidak kelihatan lagi,” kata Sutarno salah seorang warga Desa Gumelem Wetan yang rumahnya berdampingan dengan rumah orangtua Deni, Jumat (12/7/2019).

Waktu itu mobil belum dijual ke showroom di Purwokerto seusai untuk menghabisi korban, KW (51) seorang PNS di Bandung. Mobil dijual dengan cara tukar tambah di sebuah showroom mobil. Namun karena uang pembayaran kurang, pelaku kembali datang untuk mengambil kekurangan uang tersebut hingga akhirnya ditangkap polisi yang telah membuntutinya.

“Kalau jamnya pas dia dibunuh di Puncak Bogor dia mengaku juga lupa. Tapi kalau jam pas dia dibawa kesini dia sampai ke Banyumas sekitar subuh hari Senin (8/7) pagi hari,” kata Kanit Reskrim III Polres Banyumas, Ipda Rizqi Adhiansyah Wicaksono kepada wartawan di Satreskrim, Jumat (12/7/2019).

Pelaku yang telah membawa potongan tubuh KW tersebut sempat mampir ke rumah orang tuanya pada Senin subuh. Setelah itu, pada sekitar pukul 07.00 WIB pelaku membawa potongan tubuh tersebut untuk di bakar di Grumbul Plandi, Desa Watuagung, Kecamatan Tambak, Banyumas.

“Sempat kerumah orang tuanya. Dia jam 7 nan keluar dan membuang di TKP Watuagung. Ternyata Watuagung yang pertama,” jelasnya.

“Dia tidak nungguin, pokoknya api nyala lalu ditinggal. Mungkin juga gara-gara ada yang melihat itu,” ujar Rizqi.

Setelah itu, lanjut dia. Pelaku bingung dan sempat jalan untuk membuang sisa potongan tubuh lainnya ke daerah lain. Hingga akhirnya, pelaku menemukan tempat yang dianggap ideal untuk membakar potongan tubuh itu di sebuah gorong gorong di Jalan raya Klampok-Sempor, Kebumen.

“Yang di Sempor itu siang hari ketika Dhuhur. Sempat muter muter karena dia bingung mau buang dimana,” ungkapnya.

Mengenai motif pelaku, Ia mengatakan motif pembunuhan sebenarnya bukan karena asmara. Tapi motifnya karena pelaku dengan korban sejak dari awal sudah ada niatan tidak baik.

Salah satunya pelaku yang membuat akun palsu untuk menggaet korbannya melalui media sosial Facebook menggunakan foto editan. Pelaku juga mengaku bekerja di pelayaran dan berkantor di Jakarta.

“Dia kenalan lewat Facebook yang memang fotonya bukan foto dia. Itu foto editan yang dia mengaku bekerja di pelayaran di Jakarta. Karena wajahnya memang putih, ganteng,” kata Rizqi.

Dalam profil Facebooknya tersebut, pelaku memasang foto aslinya. Namun mengganti tubuhnya yang menggunakan pakaian taruna pelayaran.

“Wajahnya asli, badannya gak, karena kan foto taruna, hasil editan pastinya. Mengaku bekerja di pelayaran, kantornya di Jakarta,” ujarnya.

Dia mengatakan saat korbannya sudah mulai tertarik dengan pelaku. Kemudian pelaku mulai melancarkan aksinya dengan alasan meminjam uang kepada korban dan akan dikembalikan pada saat gajian.

“Jadi sudah saling percaya karena sudah ketemu 4 kali, pertama kali sebelum lebaran di sebuah tol di Jawa Barat dijemput oleh korban,” jelasnya.

“Setelah pinjam uang, korban percaya, karena tahunya korban ini pelaku bujang. Korban juga sering curhat sama dia. ‘Ayolah kita nikah saja, nanti suamiku biar aku tinggal’. Dari situlah mulai bingung ini pelakunya, karena pelaku ini juga punya istri dan anak,” ucapnya.

Karena tidak jelas tersebut akhirnya korban mempertanyakan pinjaman uang yang digunakan pelaku dan telah ditransfer sebanyak empat kali sejumlah Rp 20 juta.

Karena korban terus menanyakan soal uang itu, akhirnya pelaku berjanji akan mengambil uang ke Jakarta pada hari Senin (8/7/2019). Namun pada hari Minggunya pelaku sempat mengajak korban bertemu di Bandung.

“Makanya Minggu ketemu dia (korban) di Bandung. Nah di Bandung dengan alasan sudah ketemu itu nanti sebelum ke Jakarta, jalan-jalan dulu ke Bogor dan dieksekusi disana,” tuturnya.

(arb/bgk)

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *